Tuntut Dana Rp 62 Miliar Dikembalikan, Anggota KAJ Dua Enam Ancam Bawa ke Polisi

Pati, ISKNEWS.COM - Rapat Anggota Luar Biasa di kantor pusat Koperasi Aneka Jasa (KAJ) Dua Enam yang berada di Gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Selasa (20-03-2018), mencuatkan tuntutan ratusan anggota atas pengembalian dana tabungan senilai Rp. 62 miliar sesegera mungkin.

Selain menuntut pengembalian uang, anggota yang berasal dari berbagai kalangan ini juga meminta transparansi pengurus terkait neraca keuangan. Namun, sampai acara kelar, tidak ada penjelasan memuaskan dari pihak koperasi yang membuat para anggota kemudian tersulut kemarahannya.

Meski para anggota telah menawarkan berbagai opsi pelunasan, namun dengan tegas pengurus tidak bisa menyanggupi.

Salah seorang anggota, Suwarno, mengaku sangat menyayangkan sikap pengurus yang tidak bisa memberikan laporan keuangan. Padahal, dalam rapat anggota seperti itu, sudah seharusnya pihak KAJ Dua Enam bisa memberikan laporan terperinci semua arus keuangan di koperasi.

“Sangat kecewa sekali, kami hanya diberi laporan selembar dan tidak ditandatangani. Ini siapa yang bertanggungjawab?,” keluhnya.

Ia semakin geram karena Manajer KAJ Dua Enam tidak mau terus terang menyebutkan jumlah aset yang dimiliki.

“Kelihatannya disembunyikan,” duga warga Desa Ngarus, Kecamatan Pati ini.

 Anggota KAJ Dua Enam meminta pengembalian dana RP. 62 miliar dalam Rapat Anggota Luar Biasa, Selasa (20-03-2018).


Menurutnya, tabungan nasabah yang ia ketahui itu ada sekitar Rp 62 miliar lebih. Sedangkan yang dihutang anggota ada Rp 21 miliar. Namun ia tidak mengetahui secara pasti keberadaan uang Rp 40 miliar lebih yang menjadi sisanya.

“Yang Rp 40 miliar itu hilang. Nggak jelas kemana, karena tidak disebutkan penggunaannya.
Saya tetep minta kembali uang saya. Kalau tidak ada kejelasan, jurus pamungkasnya, ya dibawa ke kepolisian.Bagaimanapun caranya, pengurus harus mengganti uang anggota,” pungkasnya.

Di sisi lain, Sekretaris KAJ Dua Enam Minanurrahman menjelaskan, sebagai jalan tengah penyelesaian, pihaknya sudah menawarkan adanya reoperasi dengan manajemen baru kepada anggota.

“Menurut pengurus, hanya itu satu-satunya jalan untuk mengembalikan uang anggota. Kami akan segera melakukan sosialisasi reoperasi ini paling lambat satu bulan ke depan,” tambah pria yang juga menjadi pengurus PCNU Pati ini.

 Anggota KAJ Dua Enam meminta pengembalian dana RP. 62 miliar dalam Rapat Anggota Luar Biasa, Selasa (20-03-2018).


Terkait dana Rp 40 miliar itu, sesuai audit yang dilakukan oleh akuntan publik yaitu Riza Adi Syahril dan Rekan (Ras) ditemukan penyebab koperasi ini mengalamai kesulitan keuangan, lantaran ada kesalahan manejemen.

“Dan juga kemungkinan, praduga tak bersalah, ya ada penyimpangan. Tapi saya tidak menuduh. Karena saya sendiri juga heran dengan fakta itu,” tegasnya.

Maka dari itu, dengan manajemen yang baru nanti, kepercayaan masyarakat bisa kembali lagi, dan koperasi ini bisa diselamatkan.

“Koperasi ini berpijak kepada kepercayaan, itu yang akan kami bangun terlebih dahulu.” tutup Minan. (IN/RM)

No comments

Powered by Blogger.