Sejumlah Bidang Jadi Sorotan Rakorcam Gabus, Berikut Ulasannya

Pati, ISKNEWS.COM – Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gabus menggelar Rapat Koordinasi Tingkat Kecamatan (Rakorcam) di Balai Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, Pati, Selasa (20-03-2018).

Sejumlah sektor menjadi sorotan dalam agenda rakorcam tersebut diantaranya, bidang pemerintahan, pemberdayaan masyarakat dan desa, serta bidang kesejahteraan sosial.

Terkait bidang pemerintahan, Camat Gabus, Niken Savitri meminta agar pemerintah desa (Pemdes) dalam mengirimkan data monografi pemerintahan, supaya lebih tertib.

Selain itu, kades agar memerintahkan seksi pemerintahan yang menangani masalah kependudukan, supaya melaporkan kependudukan bulanan rutin dikirim setiap tanggal 5 setiap bulannya dan laporan triwulan.

“Dalam rangka tertib administrasi khususnya KTP dan KK, dimohon kepada petugas register desa se Kecamatan Gabus harus lebih berhati-hati dalam pelayanan KTP dan KK di desanya masing-masing,” imbaunya.

Camat Gabus, Niken Savitri bersama Forkopimcam Gabus saat melangsungkan Rakorcam di Balai Desa Tanjungnom. (istimewa)


Masih Niken untuk bidang pemberdayaan masyarakat dan desa, pihaknya mengingatkan laporan pertanggungjawaban, baik untuk alokasi ADD, DD, serta bantuan keuangan dari provinsi Jawa Tengah segera dikirimkan ke Dispermades Pati.

Lanjutnya, penggunaan DD tahun 2018 sebesar 30 persen dari kegiatan padat karya dengan perhitungan jumlah keseluruhan tenaga kerja dari kegiatan fisik. Apabila jumlah upah masih kurang, maka harus menambah tenaga kerja minimal 30 persen.

“Diharapkan semua desa ada Desa Korporasi dan menganggarkan Rp 50 juta. Juga, desa segera mengusulkan pencairan ADD termin 1 sebesar 75 persen dan permohonan DD sebesar 20 persen,” bebernya.

Terakhir, terkait bidang kesejahteraan sosial, Camat mengatakan, berdasarkan surat pemberitahuan dari Dinsos Pati perihal pemberitahuan validasi dan verifikasi data KPM Binsos pangan.

“Supaya desa membuat SK tim koordinasi bansos pangan tingkat desa. Desa membentuk operator aplikasi SIKS NG, desa wajib mengisi berkas pendukung DM1, DM2, FRP dan berita acara musyawarah desa dikumpulkan melalui TKSK,” paparnya.

Ditambahkan, kepala desa harus mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS, Narkoba dan DBD. Dengan datangnya musim pancaroba, agar kades mengantisipasi bencana banjir, angin topan dan melaporkan kejadian tersebut.

“Juga dana kematian bisa diajukan sebesar Rp 1 juta bagi warga yang kurang mampu.” imbuhnya. (AM/RM)

No comments

Powered by Blogger.