Rusak Mangrove, Tambak Ilegal Ditutup

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Perusakan mangrove di kawasan pesisir mendapat respon serius dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati. Masyarakat yang membuka tambak secara ilegal dan merusak mangrove, oleh DLH diminta untuk segera dihentikan dan dikembalikan fungsinya seperti semula.

"Membuka tambak dengan merusak mangrove merupakan pelanggaran hukum. Jadi, kami meminta masyarakat untuk tidak melakukan itu, jika tidak ingin tersangkut kasus hukum," ujar Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Pati, Tulus Budiarjo saat penutupan dan pemulihan tambak ilegal di pesisir Desa Kalikalong, Kecamatan Tayu, Sabtu (03-02-2018).

Dalam kesempatan itu, tambak seluas dua hektare yang dibuka di kawasan lindung pesisir (hutan mangrove -red), dikembalikan dan dipulihkan fungsinya oleh warga pembuka tambak. Mereka secara sukarela melakukan itu, setelah mendapat pembinaan dan pemahaman dari DLH yang didukung Pemerintah Desa (Pemdes) Kalikalong. Pengembalian fungsi hutan mangrove itu juga disaksikan jajaran kepolisian dan TNI.


Tulus menjelaskan, sejumlah desa menjadi perhatian pihaknya, karena terdapat pembukaan tambak baru dengan merusak hutan mangrove. Sejauh ini mereka beralasan memanfaatkan tanah timbul (akresi -red).

"Membuka tambak baru silakan saja, sepanjang di atas tanah legal dan tidak merusak mangrove. Karena mangrove dilindungi undang-undang, sehingga perusakannya merupakan perbuatan melawan hukum," tegasnya.

Dia menjelaskan, dalam penegakan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, pihaknya mengikutsertakan aparat penegak hukum. Itu dilakukan jika perusak mangrove mengabaikan peringatan dan pembinaan yang dilakukan DLH.

Sesuai Undang-Undang Nomor 27 tahun 2007, perusak mangrove dipidana penjara paling singkat dua tahun dan paling lama 10 tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 2 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (IN/AM)

No comments

Powered by Blogger.