Rapat Komisi Penilaian Andal, Dokumen Air Limbah PT DPUM Perlu Diperbaiki

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - PT Dua Putra Utama Makmur (DPUM) yang berlokasi di Desa Purworejo, Kecamatan Pati, berdasarkan Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Andal) yang dibahas dalam rapat Komisi Andal, dinilai secara teknis aturan belum memenuhi standar baku mutu, oleh karenanya dokumen tersebut perlu diadakan revisi atau perbaikan sesuai Perda Provinsi No 5 Tahun 2012 tentang baku mutu air limbah Provinsi Jawa Tengah.

Perihal tersebut disampaikan oleh Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Pati, Tuty Indarningsih, saat istirahat dalam acara Rapat Komisi Penilaian Andal, RKL dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) kegiatan pengembangan industri pengelolaan hasil di salah satu hotel, Sabtu, (24-02-2018) siang.

Menurut Tuty, penilaian itu didasarkan dari dokumen andal, RKL dan RPL yang diberikan pihak pemakarsa yaitu PT DPUM melalui tim konsultan andal, saat melakukan rapat komisi andal.

Ketua Rapat komisi Penilaian Andal, Purwadi saat membuka pelaksanaan rapat. (Warno/ISKNEWS.COM)

“Bagaimanapun juga yang namanya air limbah, itukan harus melalui proses pengelolaan air limbah, jadi sebuah usaha itu harus mempunyai izin, izin pembuangan limbah cair. Dan izin persyaratanya sangat banyak dan ketat jadi tidak serta merta izin langsung saya keluarkan, tentunya selama tiga bulan berturut-turut harus memenuhi baku mutu sesuai Perda Provinsi No 5 Tahun 2012 tentang baku mutu air limbah,” jelasnya.

Tuty juga mengakui, bahwa pihak PT DPUM sudah melakukan perbaikan pengelolaan limbah, walaupun belum selesai. Hal tersebut menunjukan ada iktikad baik untuk memperbaikan pengelolaan ipalnya, ini sebuah progres yang baik.

“Proses pengelolaan limbah harus dilakukan olehnya, kemudian kalau dia ingin membuang limbah ke lingkungan harus melalui izin pembuangan air limbah ke badan air atau sungai, terkendala izin lingkungan atau andalnya karena masih dalam proses, setelah selesai perusahaan diharuskan untuk memperbaiki kerja pengelolaan ipalnya, baru mengajukan izin pengelolaan ipal,” bebernya. (WR/AM)

No comments

Powered by Blogger.