Petani di KPH Regaloh Getol Tolak Tanam Tebu

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Alih Fungsi hutan untuk tanaman tebu tanpa sosialisasi yang dilakukan Perhutani Pati, membuat petani penggarap hutan (pesanggem -red) melakukan demo, sebagai aksi penolakan atas kebijakan tersebut.

Bentuk penolakan itu dilakukan oleh anggota Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Regaloh, Kecamatan Tlogowungu. Diantaranya LMDH, yakni LMDH Regaloh, Guwo, Sumbermulyo dan Purwosari.

Mereka kembali melakukan aksi unjuk rasa, Senin (26-02-2018). Setelah sebelumnya melakukan aksi serupa di Kantor Perum Perhutani KPH Pati, kali ini mereka menuntut kejelasan perihal alih fungsi lahan seluas 51,2 hektare itu di Kantor Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Regaloh.

Perwakilan Petani di KPH Regaloh saat audiensi dengan pihak Perhutani Pati dan PTPN IX di kantor BKPH Regaloh. (Warno/ISKNEWS.COM)

Tokoh masyarakat setempat, Ruslan mengatakan, kedatangan ratusan masyarakat tersebut sebenarnya dilandasi oleh kabar yang beredar luas di masyarakat, bahwa hari ini PTPN IX Pabrik Rendeng, Kudus akan menerjunkan alat berat untuk memulai proses alih fungsi.

“Mereka resah ketika mendengar kabar tersebut, sehingga masyarakat timbul gejolak hingga melakukan aksi,” ungkapnya saat ditemui seusai aksi petani.

Menurutnya, masyarakat sangat menyayangkan tindakan Perhutani maupun PTPN IX yang sampai saat ini tidak ada sosialisasi, terkait kerja sama agroforesy (budidaya) yang telah ditandatangani oleh Direktur Perhutani Jakarta dengan Direktur PTPN IX tersebut.

“Masyarakat mungkin akan menerima, jika sebelumnya ada sosialisai untuk menjelaskan fungsi dari penggunaan lahan tersebut. Intinya, selama ini ada miskomunikasi antara masyarakat dan pihak Perhutani terkait alih fungsi lahan tersebut,” pungkas Ruslan. (WR/AM)

No comments

Powered by Blogger.