Pengisian Perangkat Mojolawaran, Diduga Diwarnai Bagi-bagi “Honor”

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Pengisian Perangkat Desa Mojolawaran, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati pada 11 Desember 2017 silam. Diduga, dibumbui dengan adanya pembagian “honor” ke sejumlah pejabat Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dan daerah.

Pasalnya, dalam Rencana Angaran Biaya (RAB) yang buat oleh Panitia Pengisian Perangkat Desa Mojolawaran, meyebutkan “honor” sejumlah pejabat yang membidangi. Diantaranya, honor untuk Camat Gabus, Sekcam Gabus, bahkan Kabag Pemerintahan Kabupaten Pati dan lain sebagainya.

Menanggapi hal itu, Camat Gabus, Niken yang bertindak selaku Panwas Kecamatan dalam proses Pengisian Perangkat Desa. Saat dikonfirmasi langsung, mengakui menerima aliran dana tersebut. 

Namun, menurutnya uang yang diterima itu bukan “honor” Pengisian Perangkat Desa. Melainkan, syukuran dari pihak desa karena proses Pengisian Perangkat Desa berjalan dengan lancar.

"Iya, tidak saya pungkiri saya terima uang sebesar Rp 5 juta dari panitia. La wong saya diberi ya saya terima," tukasnya, Selasa (20-02-2018).


Sedangkan, Kepala Desa Mojolawaran, Mohamad Sahri mengatakan, bahwa rincian angaran belanja tersebut dibuat oleh Panitia Pengisian Perangkat Desa, berdasarkan musyawarah dan kesepakatan bersama.

"Itu bukan honor, tapi ucapan trimakasih. Lah itu sudah dirapatkan dan ada panitianya. RAB tersebut dibuat oleh panitia dan sudah disepakati bersama, dengan mengacu seperti desa-desa yang lain di wilayah Kecamatan Gabus,” terangnya.

Sementara itu, Kabag Pemerintahan Kabupaten Pati, Puji yang membidangi tentang tata cara regulasi pengisian perangkat desa. Sekaligus namanya yang juga dicatut dalam RAB, sebagai penerima “honor” dari Panitia Pengisian Perangkat Desa Mojolawaran, mengukapkan bahwa hal tersebut tidak dibenarkan.

"Honor-honor seperti ini, semestinya meyesuaikan dengan indeks yang ada, biasanya kegiatan seperti ini dilakukan secara bertahap. Tapi tidak boleh ditulis dengan honor-honor seperti ini," jelasnya.

Puji menekankan, bahwa tidak benar jika Kabag Pemerintahan Kabupaten Pati menerima honor dari pengisian perangkat desa. "Selama ini, saya belum pernah ke Desa Mojolawaran, dan rancangan angaran biaya seperti ini tidak dibenarkan."

Menanggapi pencatutan nama Kabag Pemerintahan Kabupaten Pati yang masuk dalam penerima honor pengisian perangkat Desa Mojolawaran. Pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, dikhawatirkan ada oknum yang membawa nama Kabag Pemerintahan Kabupaten Pati untuk mencari keuntungan. (WJ/AM)

No comments

Powered by Blogger.