Kades Kalikalong Dukung Penutupan Tambak Ilegal

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Penutupan tambak ilegal di kawasan pesisir Desa Kalikalong, yang menjadi penyebab rusaknya mangrove mendapat dukungan kepala desa setempat.

Kepala Desa Kalikalong, Choirul Anam mengatakan, penutupan dan pemulihan tambak ilegal serta penanaman mangrove di wilayah pesisirnya merupakan kemajuan besar. Dia berharap, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi daerah lain.

"Langkah ini sebagai komitmen masyarakat dan Pemdes Kalikalong, untuk ikut menjaga ekosistem pesisir. Semoga ke depan tidak ada lagi pembukaan tambak dengan merusak mangrove," paparnya.

Dia menjelaskan, tambak seluas dua hektar yang dibuka di kawasan lindung pesisir (hutan mangrove), ditutup oleh Dinas Lingungan Hidup (DLH) Pati. Selanjutnya, lahan tersebut dikembalikan dan dipulihkan fungsinya oleh warga pembuka tambak.


Sementara, Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup pada DLH Pati, Tulus Budiarjo saat ditemui beberapa waktu lalu menjelaskan, keberadaan mangrove di pesisir sangat penting. Selain menjadi penyangga daratan, mangrove juga sebagai penjaga ekosistem pesisir dan laut.

Mangrove, lanjut dia, merupakan sumber makanan bagi plankton. Sedangkan plankton menjadi sumber makanan bagi kepiting, ikan, udang dan biota lain. Dengan banyaknya ikan, udang, kepiting dan lainnya di sela-sela akar mangrove akan menjadikan rantai makanan berjalan semestinya. Karena sejumlah binatang itu merupakan sumber makanan bagi burung dan binatang mamalia yang hidup di sekitar mangrove.

"Keberadan mangrove juga dapat dikembangkan sebagai tempat wisata, dan bermanfaat untuk penelitian serta edukasi," pungkasnya. (IN/AM)

No comments

Powered by Blogger.