Empat LMDH Regaloh Ancam Aksi Lebih Besar

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Administratur (ADM) Perum Perhutani KPH Pati, Ahmad Taufik mengaku, tidak dapat memutuskan kesepakatan antara Perhutani Pati dengan Pabrik Gula (PG) Rendeng. Alasannya, perlu ada kesepakatan juga dengan petani atau pesanggem, karena nantinya merekalah yang akan menggarap lahan hutan tersebut.

Lahan hutan yang akan ditanami tebu, menurut Ahmad Taufik, seluas 51,27 hektare yang berada di wilayah BKPH Regaloh. Hal itu sesuai dengan kesepakatan antara Perhutani Pati dengan PG Rendeng, Kudus.

“Jumlah tersebut sudah berkurang 50 persen. Tapi, kami masih musyawarah dulu dengan LMDH, apakah mereka setuju atau tidak. Karena, sampai saat ini mereka masih menolak,” ungkapnya usai menemui LMDH yang melakukan audiensi di Perum Perhutani KPH Pati, Selasa (06-02-2018).


Ia menambahkan, Perhutani sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menekan jatah lahan kerjasama tersebut. Bahkan, minggu depan pihaknya akan mengajak perwakilan LMDH untuk menyampaikan keluhan mereka ke PG Rendeng.

Sementara itu, empat LMDH setempat melalui perwakilannya, Ruslan, tetap bersikukuh menolak jika wilayah BKPH Regaloh tetap ditanami tebu.

“Semua petani penggarap lahan hutan tidak terima, apabila tetap ditanami tebu. Karena lahan hutan itu adalah satu-satunya mata pencaharian kami,” tegas Ruslan.

Ditambahkan, warga akan tetap menolak kerjasama tersebut, karena penolakan itu sudah menjadi kesepakatan. Bahkan mereka mengancam akan melakukan aksi lebih besar lagi jika Perhutani Pari dan PG Rendeng tetap memaksakan kesepakatan kerjasama. (IN/AM)

No comments

Powered by Blogger.