Empat LMDH Ancam Duduki Lahan Hutan di Tlogowungu

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Sebagai bentuk reaksi atas penolakan pola perjajian kerja sama antara KPH Perhutani Pati dengan PG Rendeng Kudus, empat Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kecamatan Tlogowungu, ancam duduki lahan hutan yang selama ini di kelola oleh masyarakat setempat.

Empat LMDH tetsebut yakni, LMDH Regaloh, Guwo, Sumbermulyo dan Purwosari, Kecamatan Tlogowungu. Mereka menolak untuk menanami hutan dengan tanaman tebu. Sebab, para petani sudah puluhan tahun menggarap lahan hutan itu dan menjaga keberlangsungan hutan setempat.

Menurut tokoh masyarakat, Ruslan, empat LMDH itu tidak sekedar menanam tanaman tupang sari di kawasan hutan tersebut. Bahkan, mereka juga merawat hutan sebagai bentuk kemitraan dengan Perhutani Pati.


“Lahan hutan ini memang satu-satunya lahan untuk mereka bertani. Tetapi kalau semuanya ditanami tebu oleh PG Rendeng Kudus, kami tetap menolak, apapun alasannya kami akan menguasai lahan tersebut,” ungkap Ruslan, Jumat (02-02-2018).

Ruslan menilai, pola kerja sama itu membuat masyarakat pengelola lahan, menjadi resah karena adanya pola kerja sama itu sama sekali tidak menguntungkan masyarakat. Mengingat, peranan masyarakat hanya sebagai buruh tani, sehingga akan mengurangi pendapatakan harian mereka.

“Proses budidaya tebu sangat kurang mendukung dalam pendapatan bagi masyarakat desa hutan, karena serapan kerja proses penanaman tebu sangat terbatas. Kami menginginkan lebih memilih komoditas musiman, dari pada tahunan. Sebab, itu lebih mensejahterakan para petani,” imbuhnya.

Dia juga berharap kepada pihak Perhutani Pati untuk berpikir bijak dalam melakukan kerja sama, dan merespon aspirasi LMDH.

“Kemitraan itu tidak hanya sebatas pengamanan hutan saja, tetapi kami juga mempunyai hak untuk pengolahan sumber daya hutan bersama dengan perhutani. Jadi, kami harap ada respon positif dari perhutani,” pungkasnya. (WR/AM)

No comments

Powered by Blogger.