Banjir Genangi Enam Desa di Kecamatan Juwana

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati – Selain tingginya curah hujan beberapa hari belakangan ini, banyaknya kapal yang ditambatkan di sepanjang Sungai Silugonggo, Kecamatan Juwana, juga ditengarai menjadi penyebab banjir di sejumlah desa di Juwana.

Kondisi diperparah dengan banyaknya sampah yang dibuang ke sungai, serta beberapa bangkai kapal yang karam di sungai tersebut. Salah seorang relawan dari Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pati, Sholeh mengatakan, melihat kondisi yang seperti itu, mengakibatkan aliran Sungai Silugonggo menjadi terhambat.

“Jika curah hujan seperti ini, bisa dipastikan akan terjadi limpasan air sungai. Akibatnya, permukiman akan kebanjiran. Yang paling terdampak ya warga yang berada di sepanjang aliran Sungai Silugonggo,” terang Sholeh.


Sementara, menurut penuturan warga Bumirejo, Yuli, air mulai masuk ke permukiman pada Senin (05-02-2018) sekitar pukul 19.30 WIB. Mengingat curah hujan yang cukup tinggi, volume air pun meningkat dengan cepat.

“Sejak Senin kan hujannya deras, itu air sudah masuk kampung. Sekitar jam 22.00 WIB, rumah saya mulai kebanjiran. Ini kalau masih hujan terus, ya airnya semakin tinggi,” ujar Yuli.

Hingga Rabu (07-02-2018), tercatat ada enam desa di Kecamatan Juwana yang terendam banjir. Yaitu, Desa Doropayung, Kedungpancing, Bumirejo, Kudukeras, Tluwah dan Jepuro.

Dari kelima desa tersebut, Doropayung merupakan desa dengan jumlah rumah terendam paling banyak, sekitar 96 rumah. Sementara Desa Kudukeras tercatat 92 rumah terendam, dengan ketinggian air relatif sama, dengan ketinggian air di dalam rumah sekitar 10 sampai 15 cm. (IN/AM)

No comments

Powered by Blogger.