Ribuan Orang Yang Menggantungkan Hidupnya Dari Kapal Cantrang Kehilangan Pencaharian

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Sejak habisnya batas waktu toleransi penggunaan kapal cantrang pada 31 Desember 2017 lalu, membuat para nelayan dan awak kapal cantrang di Kecamatan Juwana, Pati, tidak berani melaut.

Akibatnya, para pemilik kapal memilih menyandarkan ratusan kapalnya di lahan sandar Pelabuhan Juwana. Karena kapal tidak beroperasi, otomatis membuat para awak kapal pun tidak bisa bekerja dan harus mengangur dirumah.

Kondisi tersebut sangat disayangkan oleh kalangan nelayan setempat, sebab karena peraturan yang dikeluarkan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nomor 2 Tahun 2015, melarang penggunaan alat tangkap jenis cantrang sangat tidak berpihak kepada nelayan cantrang.

Salah seorang pemilik kapal cantrang, Kaswi mengatakan, sejak akhir bulan Desember lalu para pemilik kapal tidak berani menyuruh anak buahnya, untuk melaut sebab mereka takut jika kapalnya ditangkap saat berlayar.

"Karena batas tolenrasinya berakhir pada 31 Desember kemarin, para nelayan cantrang di sini tidak ada yang berani melaut dan memilih menganggur saja, sebab kalau melaut takut ditangkap," tuturnya, Kamis (04/01/2018).

Setidaknya saat ini, lanjut dia, ada sebanyak 150 unit kapal cantrang yang bersandar di perairan pelabuhan Juwana, kondisi tersebut membuat sesak dan macet lalulintas perairan setempat. Akibatnya, ada ribuan orang yang menggantungkan hidupnya dari kapal jenis kapal tersebut kehilangan mata pencaharianya.

"Akibat pelarangan kapal cantrang ini tidak hanya nelayan saja, tapi banyak yang terkena imbasnya, seperti para buruh angkut di TPI, para pengusaha pengolahan ikan hingga buruh pabrik es juga terkena dampaknya," ungkap Kaswi.

Atas kondisi tersebut, Kaswi dan para nelayan lainnya berharap agar Pemerintah kembali mengkaji kebijakan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Kami berharap Pemerintah melalui Presiden Joko Widodo segera mengeluarkan keputusan berisi pencabutan Permen KKP nomer 2/2015. Harus ada kebijaksanaan agar jaring cantrang tetap bisa digunakan karena ini menyangkut nasib banyak orang,” pintanya.

No comments

Powered by Blogger.