Polemik Mutasi, Pasca Mediasi Jumlah Siswa Mundur Bertambah

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati – Polemik mutasi Kepala SD Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, Pati, sepertinya belum menemui titik akhir. Terbukti, ancaman sejumlah wali siswa yang akan memindahkan anaknya ke sekolah lain, bukan isapan jempol semata.

Jika beberapa hari sebelumnya, ada satu wali siswa yang mengajukan kepindahan anaknya. Disusul, pasca mediasi antara pejabat Kepala Sekolah baru, Pramono dengan para wali siswa, jumlah yang mengajukan pindah pun bertambah.

Dari penuturan guru pengajar SD Wedusan, Sukarlan, mediasi yang berlangsung Sabtu (27-01-2018) tersebut berlangsung panas. Para wali siswa tetap bersikeras menolak Pramono bertugas di sekolah yang letaknya berbatasan dengan Kabupaten Jepara tersebut.

"Minggu lalu baru ada satu wali murid yang mengajukan. Tetapi setelah mediasi, justru yang mengajukan pindah bertambah banyak. Tapi tak tahu mengapa hari ini, kepala sekolah baru tidak masuk kantor lagi," ungkapnya.


Pihaknya juga menyayangkan jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut. Karena pelajaran anak didiknya semakin tertinggal jauh. Meski diakui, pihaknya siap memberikan pelajaran tambahan jika kondisinya kembali normal.

"Jika pihak dinas tahu, bagaimana susahnya mencari murid baru, mungkin tidak akan dibiarkan seperti ini. Kasihan anak-anak jika harus menjadi korban. Apalagi saat ini menghadapi kelulusan dan kenaikan kelas," keluhnya.

Seperti diberitakan, para wali siswa dan peserta didik SD Wedusan, Kecamatan Dukuhseti, sudah sepekan lebih melakukan aksi mogok belajar. Aksi itu sebagai ujud penolakan terhadap kepala sekolah baru, yang ditugaskan ke sekolah tersebut. Dari pantauan di sekolahan, hanya ada 37 siswa yang berangkat sekolah dari total 109 siswa. Jika dirata-rata, satu kelas hanya berisikan 4-8 siswa yang mengikuti pelajaran. (IN/AM)

No comments

Powered by Blogger.