Polemik Mutasi, Kepsek Baru Enggan Unjuk Muka

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati – Dua kepala sekolah yang dimutasi belum tampak hadir di sekolah, padahal kebijakan mutasi sudah berjalan sepekan lebih. Mereka adalah Kaharyanto yang mengampu di SD Penggung, Desa Ngagel, dan Pramono di SD Wedusan. Keduanya berada di Kecamatan Dukuhseti, Pati.

Meski kegiatan belajar mengajar (KBM) di SD Penggung 1 sudah berjalan normal pasca aksi mogok siswa beberapa minggu lalu, akan tetapi kepala sekolah baru, Kaharyanto, belum terlihat keberadaannya di sekolah tersebut.

Sedangkan di SD Wedusan, aksi penolakan masih berlanjut, dengan mogok sekolah mayoritas siswa. Pramono yang seharusnya mengampu sebagai kepala sekolah baru, juga terlihat belum ada di ruang kerjanya.


Menurut penuturan salah seorang guru SD Wedusan, Sukarlan, kepala sekolah yang baru sempat datang ke sekolahan, Kamis, (25-01-2018) namun hanya sebentar, kemudian pergi lagi.

"Pak Pramono sempat datang ke sekolahan. Itupun hanya sebentar, sekitar satu jama lalu pergi lagi. Bilangnya mau ke kantor Dinas Pendidikan Kecamatan," jelasnya.

Tidak berbeda, kepala SD Penggung 1, Kaharyanto yang baru dimutasi di sekolah itu pun tidak terlihat di lingkungan sekolah. Menurut Turmudji, guru kelas SD tersebut, kepala SD yang baru sebenarnya sudah unjuk muka sehari sebelumnya. Namun dia tidak tahu mengapa justru hari ini (25-01-2018) absen.

"Kalau kemarin (Rabu, 24-01-2018) sudah sempat unjuk muka. Tapi hari ini sudah tidak hadir di sekolah. Mungkin ada keperluan dinas luar. Sementara untuk kehadiran siswa, sudah masuk sekolah semua," jelasnya.

Terkait hal tersebut, Ahmadi, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Pati meminta, kedua kepala SD yang dimutasi di kedua sekolah tersebut untuk unjuk muka. Jangan sampai KBM terganggu dengan tidak kehadiran di sekolah.

"Kan sudah sepekan lebih. Saya harap keduanya segera aktif di sekolah masing-masing. Terkait permintaan jaminan keamanan, yang dipersoalkan keduanya saya harap tidak dipersoalkan. Terlebih saat ini kondisi juga sudah berangsur normal," terangnya. (IN/AM)

No comments

Powered by Blogger.