Petani Udang Vanamei Terkendala Pompa Air

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati – Petani udang di Desa Langenharjo, Juwana lebih memilih budidaya udang Vanamei, dibanding udang Windu. Pasalnya, masa panen udang Vanamei lebih cepat. Meski demikian, budidaya Vanamei juga memiliki sejumlah kendala.

Seperti diungkapkan Sekertaris Kelompok Tani Udang Karang Dalem, Tamzis Al Anas, kurangnya pompa air sebagai sarana pendukung utama pembudidayaan, menjadi kendala tersendiri. Hal itu dialami kelompoknya yang hanya memiliki 4 pompa air.

“Di sini ada sekitar 10 hektar tambak udang, tapi kami hanya memiliki 4 pompa air kecil. Sehingga tidak bisa menyedot air secara maksimal,” keluhnya.


Ia menambahkan, selain tidak memiliki pompa air yang mempuni, pemakain pompa juga harus bergantian. Kendala lainnya, sungai yang dangkal juga membuat air tidak bisa tersedot maksimal.

Melihat potensi yang sangat bagus dalam pembudidayaan udang Vanamei, apalagi jika dikembangkan secara maksimal, Tamziz berharap adanya perhatian dari pemerintah kabupaten.

“Kami sangat berharap, pemerintah kabupaten bisa membantu mengatasi dan memecahkan permasalahan yang menjadi kendala para petani udang di Langgenharjo,” harapnya.

Diketahui, untuk membudidayakan udang jenis Vanamei hanya membutuhkan waktu 2 bulan. Soal harga setelah panen, Vanamei lebih tinggi dibanding udang Windu, yakni berkisar Rp.40 ribu/kg. Hal itulah yang membuat para petani tambak di Desa Langgenharjo beralih membudidayakan udang Vanamei. (IN)

No comments

Powered by Blogger.