Peran Mahasiswa Sebagai Agen Perubahan Mulai Meredup

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Peran mahasiswa dalam perubahan sosial (agen of change –red) dipandang sejumlah pihak relatif meredup belakangan ini. Padahal, upaya membangkitkan gerakan mahasiswa untuk berkontribusi kepada bangsa dan negara sangat dibutuhkan saat ini.

Hal tersebut terungkap dalam rembuk mahasiswa Jawa Tengah Regional Pantura Timur di Aula SMK 3 Pati, Minggu (07/01/2018). Dalam seminar dan diskusi yang dihelat oleh Forum Mahasiswa Persatuan Plat K (FMPPK) itu, dihadiri ratusan mahasiswa dari wilayah eks Karesidenan Pati meliputi Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, bahkan Grobogan.


Koordinator FMPPK, Mohammad Ari Amnan mengatakan, tidak sedikit persoalan yang berdampak besar bagi masyarakat di daerah yang telah menjadi perhatian Nasional. "Mahasiswa perlu berperan untuk ikut memperjuangkan kepentingan rakyat. Karena banyak permasalahan kebijakan di Jawa Tengah.”

Lanjutnya, “Mahasiswa memiliki potensi untuk melakukan gerakan sosial bersama rakyat. Karena mahasiswa mempunyai kelebihan dalam melakukan analisa, mobilisasi dan inovasi.”

Amnan menuturkan, di Pantura Timur terdapat sejumlah persoalan besar. Di antaranya, penolakan atas investasi pabrik semen di Pati dan Rembang. Selain itu, protes nelayan atas pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang yang masuk kategori pukat tarik.

Sementara, konsultan Poin Indonesia Joko Kanigoro menyebutkan, bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar. Bukan sebatas potensi pertanian dan kelautan, melainkan juga banyak aspek lain yang melatar belakanginya.

"Mahasiswa harus ikut andil dalam mewarnai Jawa Tengah agar lebih baik. Tidak hanya belajar saja di bangku perkuliahan tetapi bagaimana mereka mengaplikasikan keilmuannya di tengah masyarakat, sehingga lebih bermanfaat," pungkasnya.

No comments

Powered by Blogger.