Dihimpit Rendahnya Harga, Ratusan Petani Bawang Merah Gelar Aksi

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Semakin dihimpit anjloknya harga bawang merah diangka Rp 4 ribu perkilogram, membuat petani terpaksa turun ke jalan untuk menyuarakan deritanya di depan Kantor Bupati Pati, Senin (15/01/2018) pagi.

Diketahui, dengan menggunakan sebanyak 31 kendaan, ratusan petani di Bumi Mina Tani menuliskan jeritannya melalui sepanduk agar Bupati Pati, Haryanto turut memperhatikan nasib petani.

Sayangnya, kedatangan mereka untuk melangsungkan audiensi dengan bupati tak kesampaian. Mengingat, bupati sedang berada di Tegal, sehingga mereka harus mengutarakan aduannya kepada Wakil Bupati Pati, Saiful Airifin.

“Dalam audiensi di Ruang Rapat Joyo Kusumom, kami disambut wakil bupati, karena pak bupati sedang tidak ada di tempat,” terang Ketua Umum Paguyuban Petani Bawang Merah Pati (PPBMP), Suparlan.

Sedikitnya, dalam audiensi tersebut petani mengantongi sebanyak enam poin tuntutan. Salah satunya, pihak PPBMP mengusulkan agar kebijakan pengembangan kawasan bawang merah diprioritaskan pada teknologi pasca panen, dan teknologi pengolahan dan pengoptimalisasi lahan.



“Kebijakan pengembangan komoditas bawang merah di setiap daerah di luar sentra produksi berhasil meningkatkan swasembada bawang merah. Namun, mengorbankan petani dan produsen, memberikan dampak rendah karena tidak dibarengi dengan kebijakan dan pemasaran,” bebernya.

Selain itu, petani meminta pemerintah segera menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus harga terendah untuk bawang merah. Mengacu pada Perpres No 48 tahun 2016 Pasal 2 Ayat 2.

“Dalam perpres tersebut menyebut Perum Bulog menjaga ketersediaan dan kesetabilan harga bahan pangan ditingkat produsen dan konsumen. Bahan pangan tersebut termasuk bawang merah,” terangnya.

Ditambahkan, karena melimpahnya produksi bawang merah mengakibatkan harga terpuruk. Untuk itu, pihaknya meminta agar pemerintah membangun kostorid sebagai tempat penyimpanan bawang. Pasalnya, bawang merah rentan rusak dan tidak bertahan cukup lama.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin berjanji akan melayangkan surat menyoal rendahnya harga bawang merah kepada Presiden RI. Termasuk di dalamnya patokan HET dan harga terendahnya.

“Kami berusaha untuk mencari solusi, tetapi secara nasional harga sedang turun dan tidak wajar semua. Harga pasar ditingkat user, ada jarak antara petani dan penjual terlalu tinggi. Kami akan membuat surat kepada Presiden, sehingga perlu ada HET dan harga patokan terendah, ini menjadi PR kami,” ungkapnya dalam audiensi.

No comments

Powered by Blogger.