Digoyang Tengkulak, Petani Bawang Merah Menjerit

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Harga jual bawang merah yang terjun bebas di pasaran, membuat petani di salah satu sentra pertanian bawang merah Desa Bangsalrejo, Kecamatan Wedarijaksa, Pati, menjerit. Selain sulit meraup laba, mereka juga terancam merugi jika harga komoditas ini kian merosot.

Salah seorang petani, Wanadi mengatakan, masa panen bawang merah kali ini tak disambutnya dengan riang seperti tahun sebelumnya. Sebab, meski hasil panenan bawang merah tergolong memuaskan, namun permainan harga oleh tengkulak disebut bakal mengancam mereka.


“Masalah harga, saat ini tengkulak mematok harga hanya Rp 5 ribu hingga Rp 7 ribu saja per kilogram. Padahal seharusnya harga normalnya ya Rp 12 ribu sampai Rp 15 ribu. Karena harga pupuk dan obat-obatan yang harganya semakin mahal,” ungkapnya, Jumat (05/01/2018).

Padalah, sekali panen hasil bawang merah di ladangnya tidak pasti. Dia mengaku, panen sebelumnya petani bawang merah merugi berat. Diharapkan, panen kali ini dapat menutup kerugian di masa sebelumnya. Sayangnya, dia dibayang-bayangi harga mencekik dari para tengkulak.

“Kami tidak bisa berbuat banyak, Sebab, hal itu juga bergantung mekanisme pasar. Harapannya, pemerintah mau turut tangan dengan masalah ini,” harapnya.

Ditambahkan, masa panen kali ini pihaknya mampu meraup hasil sekitar 3 ton dari 1 hektare ladang miliknya. Dengan luasan tersebut, Wanadi mengaku membutuhkan Rp 6 juta lebih untuk merawat tanaman bawangnya. Belum lagi, membeli obat-obatan jika ada serangan hama.

No comments

Powered by Blogger.