Cantrang Diklaim Nelayan Ramah Lingkungan

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Alat tangkap jenis cantrang sebenarnya sudah dipakai nelayan sejak berpuluh tahun. Alasan nelayan menggunakan cantrang, karena hasil tangkapan lebih banyak. Namun seiring waktu, pemerintah melarang penggunaan cantrang karena dianggap merusak habitat laut.

Menjawab tudingan tersebut, para nelayan cantrang Juwana malah mengaku sebaliknya. Mereka mengklaim cantrang tidak merusak lingkungan. Hal ini didasari dari hasil uji petik yang sudah dilakukan, dan membuktikan bahwa ikan-ikan yang masih kecil, tidak ikut terjaring dalam mata cantrang.

Selama bertahun-tahun menggunakan cantrang, salah satu Anak Buah Kapal (ABK), Utomo mengaku, tidak pernah merusak habitat laut. Pasalnya, mata cantrang mempunyai ukuran yang berbeda, mulai dari mata untuk penggiringan hingga penangkapan ikan.


“Mata cantrang yang paling lebar diameternya 12 sentimeter, ini yang digunakan untuk menggiring ikan, agar masuk ke mata cantrang yang lebih kecil, yakni 2 sentimeter. Logikanya, ikan yang ukurannya lebih kecil dari mata cantrang itu, pasti akan lolos dari giringan nelayan,” terangnya, Selasa (23-01-2018).

Dia menambahkan, melihat habitat ikan di laut yang sifatnya berkoloni, sudah barang tentu tidak semua ikan bisa ditangkap menggunakan cantrang. Namun, para nelayan memastikan habitat kecil di laut tidak akan masuk.

“Habitat ikan yang besar, tidak akan sampai ke dasar laut dan tidak merusak terumbu karang. Ikan sifatnya berkoloni dan terus berenang di tengah lautan. Sementara ikan yang masih kecil, rata-rata berada di permukaan laut,” imbuhnya.

Meski cantrang menggunakan bandul timah untuk masuk ke kedalaman air, terang Utomo, tetapi ada tali pusat untuk mengontrol bandul timah tersebut. Sehingga, cantrang tidak sampai masuk ke dasar laut, yakni hanya di tengah-tengah.

Dia mengaku, selama ini ikan yang dihasilkan dari cantrang, ukurannya relatif besar. Bahkan, ikan dengan kualitas ekspor, sebagian besar juga didapatkan oleh nelayan cantrang. Hal itu bisa dilihat apabila kapal cantrang sudah bersandar di TPI dan menurunkan ikannya. (IN/AM)

No comments

Powered by Blogger.