Pemkab Pati Terobsesi Kelola Kolam Tambat Kapal Layaknya Di Venesia

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memiliki obesesi besar dalam menata dan mengelola kolam tambat kapal, yang dipadu dengan sentra bisnis perikanan di alur Sungai Juwana dekat muara. Bahkan, pihaknya memimpikan suasana alur Sungai Juwana seperti kanal besar (grand canal) di Venesia, Italia.


"Butuh kerja besar untuk mewujudkan kolam tambat kapal yang terpadu dengan sentra bisnis serta wisata masyarakat. Kalau bisa seperti di Venesia," tukas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Disluatkan) Pati, Edi Martanto, belum lama ini.

Mimpi tersebut, menurutnya bukan mustahil diwujudkan. Dibutuhkan dukungan besar dari berbagai pihak, terutama masyarakat.

Bahkan, Pemkab Pati telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare di dekat alur Sungai Juwana, tepatnya di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana untuk pembangunan kolam tambat kapal. Infrastruktur itu dibutuhkan untuk mengatasi dampak penumpukan kapal perikanan berukuran besar di alur sungai.

Sementara, pembebasan lahan telah selesai dilakukan dan upaya itu berlangsung sejak 2015. Namun, sampai saat ini pembangunannya belum bisa dilakukan karena membutuhkan biaya relatif besar.

"Kami baru mempersiapkan akses jalan menuju lokasi kolam tambat kapal. Termasuk sarana dan prasaran pendukung lain. Jadi, kolam tidak dapat sekaligus dibangun tahun ini atau tahun depan," terangnya.

Lanjutnua, kolam tambat kapal saat ini dalam tahap penyusunan rencana pembangunan dan pengembangan (master plan). Termasuk penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

Keberadaan kolam tambat kapal, kata Edi, dipadukan dengan pengembangan sektor perikanan. Tidak sebatas menyediakan area untuk tambat kapal, di sekitarnya juga didukung dengan industri yang bergerak di bidang perikanan, seperti cool storage dan pengolahan ikan.

Kolam tambat kapal dibangun sepanjang lima kilometer. Area parkir kapal yang berada tidak jauh dari Pusat Pendaratan Ikan (PPI) dan Pelabuhan Niaga itu dibangun tepat di sisi alur sungai. Area itu juga bakal dilengkapi dermaga.

Mengenai upaya memadukan area parkir kapal, sentra industri perikanan, dan wisata, membutuhkan penyamaan pandangan dengan instansi lain. Mengingat, rencana pembangunan terpadu itu membutuhkan pergeseran pelabuhan niaga yang kini berada di antara PPI Unit I dan Unit II.

"Kalau mengacu konsep itu, idealnya pelabuhan niaga dipindah. Kami menawarkan penukaran lahan. Kalau disepakati, pelabuhan bisa dipindah di wilayah pesisir Desa Raci, Kecamatan Batangan. Aksesnya di sana lebih baik karena dekat dengan jalur pantura dan jauh dari permukiman," papar Edi.

Ditambahkan, keterpaduan pembangunan tersebut, menurutnya membutuhkan waktu yang tidak singkat. Bisa jadi rencana itu baru dapat direalisasikan pada 10 tahun ke depan.

No comments

Powered by Blogger.