Hindari Angka Kematian Ibu, Masyarakat Diminta Beralih MKJB

LINTASPATI.ISKNEWS.COM, Lintas Pati - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah bersama Komisi IX DPR RI, Imam Suroso melangsungkan sosialisasi integritasi Kampung KB di halaman Balai Desa Winong, Kecamatan/Kabupaten Pati Kota, Selasa (19/12/2017).


“Integritasi Kampung KB tidak hanya mensosialisasikan tentang KB saja.Tetapi, bagaimana mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera itu tujuannya,” terang Imam Suroso.

Lanjutnya, didalam mewujudkan keluarga bahagia dan sejahtera ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan terlalu muda yakni menghindari pernihakan dini, dengan mantaati menikah usia 20 tahun untuk wanita dan usian 25 tahun untuk laki-laki.

Kemudian, tidak boleh terlalu tua untuk menghidari resiko. Selanjutnya, tidak boleh Terlalu Dekat, agar bisa memperhatikan pendidikan dan kasih sayangnya kepada anak. Yang ke empat, yaitu tidak boleh terlalu sering ibu melahirkan. Keempat hal tersebut masuk kedalam (4T).

“Kalau kita tidak mulai dari kita sendiri mau siapa lagi? Yang sudah melaksanakan KB, ke depannya melaksanakan KB yang berjangka panjang. Jadi tidak hanya pil, suntik dan kondom, melainkan bisa ke KB MKJP,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pati, Sudarlan mengatakan, Kampung KB kalau dievaluasi saat ini belum nampak, sebab masih sebatas mencanangkan. Terlepas dari itu, ada kegiatan pendukung seperti Posyandu dan Pelayanan KB, serta peran para petugas KB di wilayah setempat.

“Jika dievaluasi, bisa dilakukan pada tahun 2018 sesuai dengan anggaran yang ada. Tujuan KB, adalah mewujudkan keluarga bahagia, sejahtera dan meningkatkan derajat kesehatan terutama para ibu,” bebernya.

Di lokasi yang sama, BKKBN Provinsi Jateng, Agus Pujianto menuturkan, kepada para kader di wilayah setempat, agar terus membangkitkan semangat masyarakat ikut KB. Dengan tingginya partisipasi KB diharapkan bisa menurunkan Angka Kamatian Ibu (AKI).

“Kontrasepsi jangka panjang seperti MKJB memiliki resiko yang kecil, jika dibandingkan dengan kontrasepsi lainnya. Karena itu diharapkan masyarakat bisa beralih ke kontrasepsi tersebut,” imbaunya.

No comments

Powered by Blogger.